Benarkah ada teori yang mampu menjelaskan seluruh konsep fisika secara holistik? Apakah Teori Segalanya itu? Apakah teori ini benar-benar mampu menjelaskan segala yang terjadi di alam ini? Benarkah jika teori ini dapat terwujud maka fisika telah sampai pada batas akhirnya dan tidak mungkin diganggu gugat lagi?
Ada berjuta pertanyaan mengenai teori segalanya. Inilah yang membuat dunia fisika teori terus berdenyut. Kita memang membutuhkan satu teori tunggal yang mampu menjelaskan seluruh perilaku aneh alam semesta. Einstein bergulat selama puluhan tahun untuk menyingkap tabir teori tersebut, namun ia tak berhasil. Teori tersebut adalah teori unifikasi agung. Yakni, teori yang menggabungkan 4 gaya dasar yang ada di alam semesta: Elektromagnetik, Nuklir Lemah, Nuklir Kuat & Gravitasi.
Ada dua teori yang diajukan sebagai kandidat teori segalanya. Yakni teori dawai (string theory) dan teori model baku. Teori yang akan saya bahas terlebih dahulu adalah teori dawai.
Teori dawai menyatakan bahwa quark dan lepton (akan dijelaskan di artikel berikutnya tentang teori model baku) bekerja karena adanya dawai energi yang menjadi struktur internal penghubung keduanya. Dawai energi tersebut berosilasi dengan frekuensi tertentu dan menurut teori ini perbedaan frekuensi itulah yang menyebabkan adanya karakter unik pada partikel-partikel fundamental. Massa dan muatan dari partikel juga termasuk dalam kategori karakter yang unik yang diatur oleh frekuensi osilasi dawai.
Target utama teori dawai adalah penyatuan fenomena mikro dan makroskopik. Meskipun teori ini sempat berkembang pesat dengan adanya pembuktian matematis dari beberapa fisikawan pada tahun 1980an, sekarang teori ini mengalami banyak kemunduran usai keluarnya teori M yang mengoreksi begitu banyak kontroversi dalam teori dawai.
Yang pertama adalah teori ini membutuhkan begitu banyak dimensi untuk dipahami yang menjadikan teori ini menjadi seabstrak lukisan no.5 Pollock. Teori dawai membutuhkan 10 dimensi untuk dapat dipahami. Yakni, dimensi ruang–waktu dan enam dimensi tambahan. Sedangkan teori M membutuhkan 11 dimensi untuk menjelaskan matematikanya. Saya sendiri tak begitu paham dengan keberadaan 6 dan 7 dimensi tambahan dalam dunia real untuk mampu mendalami teori-teori ini. Saya sempat bertanya pada salah seorang adik kelas saya yang pernah memperoleh medali emas olimpiade fisika internasional, Andy Oktavian Latief, dan berdiskusi dengan beberapa teman lain yang tak mau disebut namanya mengenai dimensi-dimensi tambahan ini. Yang saya tangkap dari jawaban-jawaban yang ada adalah memang sulit untuk memahaminya dalam realita kehidupan sehari-hari. Masalahnya adalah dimensi itu sendiri dibuat melalui pengolahan matematis yang rumit dan juga sampai saat ini belum ada tool yang membantu kita meneropong cakrawala dimensi tambahan tersebut. Jadi hanya manipulasi matematis yang mengintegrasikan seluruh dimensi yang diperlukan dalam memahami teori dawai energi ini.
Yang kedua, dengan skala kerja 10-33 meter, teori ini menjadi sesuatu yang sangat sulit dibuktikan. Pasalnya, daerah jarak kerja fisika partikel hanya mencapai orde femto -yakni sekitar 10-15 meter. Skala ini merupakan subatomik terkecil yang mampu diaplikasikan dan diorientasikan dengan komputer supercanggih yang memiliki flop orde tera sekalipun.
(bersambung…)
Filed under: Fisika Teori | 10 Comments
Tags: Fisika, Fisika Teori, Teori Dawai
Ditunggu lanjutanya.
oke ding… sabar yakz… abis physicamp baru gw nulis lagi….
eHmmm…think twice nich gw bacanya..
Teori Minimalis menjelaskan fenomena yang berdimensi nol atau berdimensi <10 pangkat -33 meter. Menjelaskannya lewat Mathematika Minimalis. Akses http://www.ibnusomowiyono.multiply.com atau www. google.co.id search teori miniomalis.
Teori Dawai adalah ikhtiar manusia untuk menguak rahasia Sub Alam Fisika yang membatasi diri partikel yang berdimensi ruang diatas 10 pangkat minus 15 m, sehingga sulit dibuktikan menurut fisika terapan, tetapi sangat logis bagi fisika teori hingga dapat dibuktikan secara mathematis. TM dengan konsep Sub Alam Semu juga akan menjadi logis namun dengan syarat manusia mengakui Keberadaan dan Kebesaran Tuhan YME. Tanpa mengakui keberadaan dan kebesaran Nya tak mungkin manusia menguak rahasia Sub Alam Fisika, apa lagi menguak rahasia Universe.
Tuhan YME bukan sekedar pencipta melaikan juga Perencana Agung yang sebelum menciptakan Universe telah merencanakannya dengan seksama sekaligus menyiapkan hukum yang akan mengaturnya, yaitu hukum Ekologi Unverse. Hukum Fisika merupakan bagian dari Hukum Ekologi Universe.
TM menjelaskan bahwa dalam menciptakan Universe dan isinya Tuhan cukup memberikan sentuhan awal (trigger) kemudian menyerahkan kepada setiap ciptaan Nya untuk “mengatur” dan berkembang sendiri sesuai dengan hukum Ekologi Universe dan hukum Ekologi Sub Alam masing-masing. Namun Dia tetap memegang hak Mutlak Nya, sehingga segalanya hanya dapat terjadi atas izin Nya.
Coba akses Wikipedia, atau cari lewat Google.co.id. searche Photon, disitu anda akan dapat mengetahui apa itu photon, yang dikatakan massanya nol , keadaan stabil, yang berarti bertentangan dengan teori minimalis yang menyatakan photon memiliki massa betapapun kecilnya. Ternyata menurut recent research dikatakan photon memiliki massa yang besarnya (10 pangkat minus 22 ) kali massa elektron. Pada tjtm 6 teori minimalis membedakan dua fenomena photon: yaitu photon sebagai bagian dari symmetrical transwave yang hanya timbul saat E=0 dan photon sebagai bagian dari quanta (misalnya merupakan bagian dari electron) yang stabil dan menjadi bagian dari quanta (disebut bayangan trans wave dari symetrical trans wave yang “menghilang” hingga pra clear body berubah menjadi menjadi clear body.
Aslm, wah terima kasih banyak pak atas pencerahannya…. Sebenarnya saya dah nulis part kedua tapi masih harus banyak edit sana-sini karena takut banyak kesalahan penafsiran…
1.TM menyatakan: photon adalah media transisi memasuki keseimbangan prima sedangkan graviton adalah media transisi keluar keseimbangan prima.
2.Setiap materi yang telah dalam keadaan keseimbangan prima tak memancarkan lagi symetrical transwave (gelombang elecrtomagnetik) namun tetap memancarkan elementer clear energy, diantaranya gravitasi.
3.Keseimbangan prima dapat terusik karena terjadinya charging dan discharging, serta gradasi dan degradasi suatu body. Contohnya: benda yang dipanasi. dibenturkan/dipecah,direaksikan/digabungkan dan lain-lain proses fisika/kimia/biologis (alami dan tak alami/artificial).
4.TM memasukkan unsur kesadaran diri (consiousnes) setiap body,termasuk materi maupun makluk hidup, diantaranya berusaha tetap exist, mempertahankan diri, mengembangkan diri dengan cara evolusi maupun revolusi.
5.TM termasuk bidang informatika hingga jangkauannya sangat luas, namun sekedar merupakan jendela untuk “melihat/menerawang” universe, bukan untuk mengexploitasi bagian dari universe.
6.TM bukan ilmu pengetahuan namun bermanfaat untuk “menjelajahi” universe lewat kemampuan metafisika dan supernaturalnya dan memberikan informasi baru sebelum manusia sanggup memanfaatkan/mengexploitasi. Sebelum sanggup terbang, manusia telah mendapatkan informasi/ilham bahwa suatu saat manusia benar-benar dapat terbang.
Dalam saint dikenal adanya matter dan anti matter yang jika berinteraksi akan “hilang” atau massanya menjadi nol. Ini suatu langkah untuk menjelaskan adanya sesuatu yang tak bermassa dan tak memerlukan ruang disamping sesuatu yang bermassa dan memerlukan ruang.
TM sebaliknya menginformasikan dipole hanya akan memiliki massa jika dua kutubnya sama atau variable x = y = q, dengan kata lain suatu system ( individu) akan menjadi nyata jika jumlah energi positip dan negatipnya nol. Ini dapat dijelaskan dengan membedakan inergi negatip n = – x sedangkan energi positip p = y, maka n + p = 0. Jadi jika jumlah energi = 0 maka suatu syatem menjadi nyata. Kita anggap Sub Alam Fisika suatu system atau suatu individu, maka Sub Alam Fisika adalah nyata karena jumlah energinya adalah nol sehingga memiliki massa dan memerlukan ruangan.
Informasi ini dapat digunakan untuk menjelaskan Sub Alam Fisika pada saat kelahirannya hingga saat ini jumlah energinya adalah nol dan akan tetap nol sebab jika bukan nol akan kehilangan massa. Bagian dari Sub Alam Fisika dapat menjadi kehilangan massa jika jumlah energinya tak lagi nol, ini dapat dijelaskan lewat adanya anti metter diluar Sub Alam Fisika namun masih dalam Universe. Jadi anti matter itu ada di Universe dan tak memiliki massa dan tak membutuhkan ruangan dan jika berinteraksi dengan matter (yang memiliki massa dan memerlukan ruangan) akan menyebabkan hilangnya matter.
Kemana perginya hasil interaksi antara matter dengan anti matter. TM menginformasikan: interaksi antara matter dan anti matter akan menyebabkan enegii sytem tak lagi nol, hingga akan kehilangan massa dan tak memerlukan ruangan. Hasil interaksi antara matter dan antimater tetap ada di Universe, tetapi tak memenuhi formula Eintein E=mc2 karena m nya nol.
Saya menantikan tulisan ilmiah dari siapapun agar saya dapat “mengoreksi” TM hingga tak menimbulkan kerancuan dalam “menafsirkan” fenomena Universe.
Tujuan utama dari TM adalah Mengagungkan Tuhan YME dan mengharapkan manusia semakin cerdas namun tidak takabur, hingga manusia terhindar dari atheisme modern.
Sekali lagi yang saya harapkan adalah tulisan ilmiah, bukan pandangan religius yang sudah jelas tak mungkin dipermasalahkan karena atas dasar logika keyakinan.
Saya anggap yang dapat dikupas adalah sesuatu yang ilmiah baik atas dasar logika fikir maupun logika nyata.
Untuk sementara kita kesampingkan dulu paralogika sebab akan kita bicarakan dalam teori paralogika yang jauh lebih rumit dari TM.
Terima kasih atas tanggapan anda!