<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Alam Semesta dalam Satu Teori (Bag 1)</title>
	<atom:link href="http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/</link>
	<description>It's all about our world</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Oct 2009 23:28:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-26</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 23:28:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-26</guid>
		<description>Saya menantikan tulisan ilmiah dari siapapun agar saya dapat &quot;mengoreksi&quot; TM hingga tak menimbulkan kerancuan dalam &quot;menafsirkan&quot; fenomena Universe. 
Tujuan utama dari TM adalah Mengagungkan Tuhan YME dan mengharapkan manusia semakin cerdas namun tidak takabur, hingga manusia terhindar dari atheisme modern.
Sekali lagi yang saya harapkan adalah tulisan ilmiah, bukan pandangan religius yang sudah jelas tak mungkin dipermasalahkan karena atas dasar logika keyakinan.
Saya anggap yang dapat dikupas adalah sesuatu yang ilmiah baik atas dasar logika fikir maupun logika nyata.
Untuk sementara kita kesampingkan dulu paralogika sebab akan kita bicarakan dalam teori paralogika yang jauh lebih rumit dari TM.
Terima kasih atas tanggapan anda!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya menantikan tulisan ilmiah dari siapapun agar saya dapat &#8220;mengoreksi&#8221; TM hingga tak menimbulkan kerancuan dalam &#8220;menafsirkan&#8221; fenomena Universe.<br />
Tujuan utama dari TM adalah Mengagungkan Tuhan YME dan mengharapkan manusia semakin cerdas namun tidak takabur, hingga manusia terhindar dari atheisme modern.<br />
Sekali lagi yang saya harapkan adalah tulisan ilmiah, bukan pandangan religius yang sudah jelas tak mungkin dipermasalahkan karena atas dasar logika keyakinan.<br />
Saya anggap yang dapat dikupas adalah sesuatu yang ilmiah baik atas dasar logika fikir maupun logika nyata.<br />
Untuk sementara kita kesampingkan dulu paralogika sebab akan kita bicarakan dalam teori paralogika yang jauh lebih rumit dari TM.<br />
Terima kasih atas tanggapan anda!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-25</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:50:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-25</guid>
		<description>Dalam saint dikenal adanya matter dan anti matter yang jika berinteraksi akan &quot;hilang&quot; atau massanya menjadi nol. Ini suatu langkah untuk menjelaskan adanya sesuatu yang tak bermassa dan tak  memerlukan ruang disamping sesuatu yang bermassa dan memerlukan ruang.  
TM sebaliknya menginformasikan dipole hanya akan memiliki massa jika dua kutubnya sama atau variable x = y = q, dengan kata lain  suatu system ( individu) akan menjadi nyata jika jumlah  energi positip dan negatipnya nol. Ini dapat dijelaskan dengan membedakan  inergi negatip n = - x sedangkan energi positip p = y, maka n + p = 0. Jadi jika jumlah energi = 0 maka suatu syatem menjadi nyata. Kita anggap Sub Alam Fisika suatu system  atau suatu individu, maka Sub Alam Fisika adalah nyata karena jumlah energinya adalah nol sehingga memiliki massa dan memerlukan ruangan. 
Informasi ini dapat digunakan untuk menjelaskan Sub Alam Fisika pada saat kelahirannya hingga saat ini jumlah energinya adalah nol dan akan tetap nol sebab jika bukan nol akan kehilangan massa. Bagian dari Sub Alam Fisika dapat menjadi kehilangan massa jika jumlah energinya tak lagi nol, ini dapat dijelaskan lewat adanya anti metter diluar Sub Alam Fisika namun masih dalam Universe. Jadi anti matter itu ada di Universe dan tak memiliki massa dan tak membutuhkan ruangan dan jika berinteraksi dengan matter (yang memiliki massa dan memerlukan ruangan)  akan menyebabkan hilangnya matter.
Kemana perginya hasil interaksi antara matter dengan anti matter. TM menginformasikan: interaksi antara matter dan anti matter akan menyebabkan enegii sytem tak lagi nol, hingga akan kehilangan massa dan tak memerlukan ruangan. Hasil interaksi antara matter dan antimater tetap ada di Universe, tetapi tak memenuhi formula Eintein E=mc2 karena m nya nol.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam saint dikenal adanya matter dan anti matter yang jika berinteraksi akan &#8220;hilang&#8221; atau massanya menjadi nol. Ini suatu langkah untuk menjelaskan adanya sesuatu yang tak bermassa dan tak  memerlukan ruang disamping sesuatu yang bermassa dan memerlukan ruang.<br />
TM sebaliknya menginformasikan dipole hanya akan memiliki massa jika dua kutubnya sama atau variable x = y = q, dengan kata lain  suatu system ( individu) akan menjadi nyata jika jumlah  energi positip dan negatipnya nol. Ini dapat dijelaskan dengan membedakan  inergi negatip n = &#8211; x sedangkan energi positip p = y, maka n + p = 0. Jadi jika jumlah energi = 0 maka suatu syatem menjadi nyata. Kita anggap Sub Alam Fisika suatu system  atau suatu individu, maka Sub Alam Fisika adalah nyata karena jumlah energinya adalah nol sehingga memiliki massa dan memerlukan ruangan.<br />
Informasi ini dapat digunakan untuk menjelaskan Sub Alam Fisika pada saat kelahirannya hingga saat ini jumlah energinya adalah nol dan akan tetap nol sebab jika bukan nol akan kehilangan massa. Bagian dari Sub Alam Fisika dapat menjadi kehilangan massa jika jumlah energinya tak lagi nol, ini dapat dijelaskan lewat adanya anti metter diluar Sub Alam Fisika namun masih dalam Universe. Jadi anti matter itu ada di Universe dan tak memiliki massa dan tak membutuhkan ruangan dan jika berinteraksi dengan matter (yang memiliki massa dan memerlukan ruangan)  akan menyebabkan hilangnya matter.<br />
Kemana perginya hasil interaksi antara matter dengan anti matter. TM menginformasikan: interaksi antara matter dan anti matter akan menyebabkan enegii sytem tak lagi nol, hingga akan kehilangan massa dan tak memerlukan ruangan. Hasil interaksi antara matter dan antimater tetap ada di Universe, tetapi tak memenuhi formula Eintein E=mc2 karena m nya nol.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-22</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 20:31:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-22</guid>
		<description>1.TM menyatakan: photon adalah media transisi memasuki keseimbangan prima sedangkan graviton adalah media transisi keluar keseimbangan prima.
2.Setiap materi yang telah dalam keadaan keseimbangan prima tak memancarkan lagi symetrical transwave (gelombang elecrtomagnetik) namun tetap memancarkan elementer clear energy, diantaranya gravitasi.
3.Keseimbangan prima dapat terusik karena terjadinya charging dan discharging, serta gradasi dan degradasi suatu body. Contohnya: benda yang dipanasi. dibenturkan/dipecah,direaksikan/digabungkan dan lain-lain proses fisika/kimia/biologis   (alami dan tak alami/artificial).
4.TM memasukkan unsur kesadaran diri (consiousnes) setiap body,termasuk materi maupun makluk hidup, diantaranya berusaha tetap exist, mempertahankan diri, mengembangkan diri dengan cara evolusi maupun revolusi.
5.TM termasuk bidang informatika hingga jangkauannya sangat luas, namun sekedar merupakan jendela untuk &quot;melihat/menerawang&quot; universe, bukan untuk mengexploitasi bagian dari universe.
6.TM bukan ilmu pengetahuan namun  bermanfaat untuk &quot;menjelajahi&quot; universe lewat kemampuan metafisika dan supernaturalnya dan memberikan informasi baru sebelum manusia sanggup memanfaatkan/mengexploitasi. Sebelum sanggup terbang, manusia telah mendapatkan informasi/ilham bahwa suatu saat manusia benar-benar dapat terbang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1.TM menyatakan: photon adalah media transisi memasuki keseimbangan prima sedangkan graviton adalah media transisi keluar keseimbangan prima.<br />
2.Setiap materi yang telah dalam keadaan keseimbangan prima tak memancarkan lagi symetrical transwave (gelombang elecrtomagnetik) namun tetap memancarkan elementer clear energy, diantaranya gravitasi.<br />
3.Keseimbangan prima dapat terusik karena terjadinya charging dan discharging, serta gradasi dan degradasi suatu body. Contohnya: benda yang dipanasi. dibenturkan/dipecah,direaksikan/digabungkan dan lain-lain proses fisika/kimia/biologis   (alami dan tak alami/artificial).<br />
4.TM memasukkan unsur kesadaran diri (consiousnes) setiap body,termasuk materi maupun makluk hidup, diantaranya berusaha tetap exist, mempertahankan diri, mengembangkan diri dengan cara evolusi maupun revolusi.<br />
5.TM termasuk bidang informatika hingga jangkauannya sangat luas, namun sekedar merupakan jendela untuk &#8220;melihat/menerawang&#8221; universe, bukan untuk mengexploitasi bagian dari universe.<br />
6.TM bukan ilmu pengetahuan namun  bermanfaat untuk &#8220;menjelajahi&#8221; universe lewat kemampuan metafisika dan supernaturalnya dan memberikan informasi baru sebelum manusia sanggup memanfaatkan/mengexploitasi. Sebelum sanggup terbang, manusia telah mendapatkan informasi/ilham bahwa suatu saat manusia benar-benar dapat terbang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: quplecrogast</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-21</link>
		<dc:creator>quplecrogast</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 06:39:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-21</guid>
		<description>Aslm, wah terima kasih banyak pak atas pencerahannya.... Sebenarnya saya dah nulis part kedua tapi masih harus banyak edit sana-sini karena takut banyak kesalahan penafsiran...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aslm, wah terima kasih banyak pak atas pencerahannya&#8230;. Sebenarnya saya dah nulis part kedua tapi masih harus banyak edit sana-sini karena takut banyak kesalahan penafsiran&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-20</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 02:58:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-20</guid>
		<description>Coba akses Wikipedia, atau cari lewat Google.co.id. searche Photon, disitu anda akan dapat mengetahui apa itu photon, yang dikatakan massanya nol , keadaan stabil, yang berarti bertentangan dengan teori minimalis yang menyatakan photon memiliki massa betapapun kecilnya. Ternyata menurut  recent research  dikatakan photon memiliki massa yang besarnya (10 pangkat minus 22 ) kali massa elektron. Pada tjtm 6 teori minimalis membedakan dua fenomena photon: yaitu photon sebagai bagian dari symmetrical transwave yang hanya timbul saat E=0 dan photon sebagai bagian dari quanta (misalnya  merupakan bagian dari electron) yang stabil dan menjadi bagian dari quanta (disebut bayangan trans wave dari symetrical trans wave yang &quot;menghilang&quot; hingga pra clear body berubah menjadi menjadi clear body.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Coba akses Wikipedia, atau cari lewat Google.co.id. searche Photon, disitu anda akan dapat mengetahui apa itu photon, yang dikatakan massanya nol , keadaan stabil, yang berarti bertentangan dengan teori minimalis yang menyatakan photon memiliki massa betapapun kecilnya. Ternyata menurut  recent research  dikatakan photon memiliki massa yang besarnya (10 pangkat minus 22 ) kali massa elektron. Pada tjtm 6 teori minimalis membedakan dua fenomena photon: yaitu photon sebagai bagian dari symmetrical transwave yang hanya timbul saat E=0 dan photon sebagai bagian dari quanta (misalnya  merupakan bagian dari electron) yang stabil dan menjadi bagian dari quanta (disebut bayangan trans wave dari symetrical trans wave yang &#8220;menghilang&#8221; hingga pra clear body berubah menjadi menjadi clear body.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-19</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 22:20:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-19</guid>
		<description>Teori Dawai adalah ikhtiar manusia untuk menguak rahasia Sub Alam Fisika yang membatasi diri  partikel yang berdimensi ruang diatas 10 pangkat minus 15 m, sehingga sulit dibuktikan menurut fisika terapan, tetapi sangat logis bagi fisika teori hingga dapat dibuktikan secara mathematis. TM dengan konsep Sub Alam Semu juga akan menjadi logis namun dengan syarat manusia mengakui Keberadaan dan Kebesaran Tuhan YME. Tanpa mengakui keberadaan dan kebesaran Nya tak mungkin manusia menguak rahasia Sub Alam Fisika, apa lagi menguak rahasia Universe. 
Tuhan YME bukan sekedar pencipta melaikan juga Perencana Agung yang sebelum menciptakan Universe telah merencanakannya dengan seksama sekaligus menyiapkan hukum yang akan mengaturnya, yaitu hukum Ekologi Unverse. Hukum Fisika merupakan bagian dari Hukum Ekologi Universe.
TM menjelaskan bahwa dalam menciptakan Universe dan isinya Tuhan cukup memberikan sentuhan awal (trigger) kemudian menyerahkan kepada setiap ciptaan Nya untuk &quot;mengatur&quot; dan berkembang sendiri sesuai dengan hukum Ekologi Universe dan hukum Ekologi Sub Alam masing-masing. Namun Dia tetap memegang hak Mutlak Nya, sehingga segalanya hanya dapat terjadi atas izin Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Teori Dawai adalah ikhtiar manusia untuk menguak rahasia Sub Alam Fisika yang membatasi diri  partikel yang berdimensi ruang diatas 10 pangkat minus 15 m, sehingga sulit dibuktikan menurut fisika terapan, tetapi sangat logis bagi fisika teori hingga dapat dibuktikan secara mathematis. TM dengan konsep Sub Alam Semu juga akan menjadi logis namun dengan syarat manusia mengakui Keberadaan dan Kebesaran Tuhan YME. Tanpa mengakui keberadaan dan kebesaran Nya tak mungkin manusia menguak rahasia Sub Alam Fisika, apa lagi menguak rahasia Universe.<br />
Tuhan YME bukan sekedar pencipta melaikan juga Perencana Agung yang sebelum menciptakan Universe telah merencanakannya dengan seksama sekaligus menyiapkan hukum yang akan mengaturnya, yaitu hukum Ekologi Unverse. Hukum Fisika merupakan bagian dari Hukum Ekologi Universe.<br />
TM menjelaskan bahwa dalam menciptakan Universe dan isinya Tuhan cukup memberikan sentuhan awal (trigger) kemudian menyerahkan kepada setiap ciptaan Nya untuk &#8220;mengatur&#8221; dan berkembang sendiri sesuai dengan hukum Ekologi Universe dan hukum Ekologi Sub Alam masing-masing. Namun Dia tetap memegang hak Mutlak Nya, sehingga segalanya hanya dapat terjadi atas izin Nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibnusomowiyono</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-18</link>
		<dc:creator>ibnusomowiyono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Dec 2008 21:52:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-18</guid>
		<description>Teori Minimalis menjelaskan fenomena yang berdimensi nol atau  berdimensi  &lt;10 pangkat -33 meter. Menjelaskannya lewat Mathematika Minimalis. Akses www.ibnusomowiyono.multiply.com atau www. google.co.id search teori miniomalis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Teori Minimalis menjelaskan fenomena yang berdimensi nol atau  berdimensi  &lt;10 pangkat -33 meter. Menjelaskannya lewat Mathematika Minimalis. Akses <a href="http://www.ibnusomowiyono.multiply.com" rel="nofollow">http://www.ibnusomowiyono.multiply.com</a> atau www. google.co.id search teori miniomalis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ni2Q</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-10</link>
		<dc:creator>ni2Q</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 07:31:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-10</guid>
		<description>eHmmm...think twice nich gw bacanya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eHmmm&#8230;think twice nich gw bacanya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: visitfisika</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-9</link>
		<dc:creator>visitfisika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 06:36:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-9</guid>
		<description>oke ding... sabar yakz... abis physicamp baru gw nulis lagi....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oke ding&#8230; sabar yakz&#8230; abis physicamp baru gw nulis lagi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: marcoding</title>
		<link>http://visitfisika.wordpress.com/2008/02/25/teori-segalanya-part-1-teori-dawai/#comment-8</link>
		<dc:creator>marcoding</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 01:26:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://visitfisika.wordpress.com/?p=7#comment-8</guid>
		<description>Ditunggu lanjutanya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ditunggu lanjutanya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
